Friday, December 28, 2007

You've Got Mail

Saya bukan mau mereview film komedi romantis yang dibintangi oleh Tom Hanks dan Meg Ryan itu ya. Walaupun film tahun 1998 tersebut merupakan salah satu film favorit saya, saya hanya ingin menceritakan kegiatan saya kemarin malam. Hiii ngapain itu malam-malam...???

Hehehe... nggak horor kok. Ceritanya kemarin malam saya merapikan laci meja di kamar. Ternyata saya menemukan tumpukan amplop surat dan kartu ucapan dari teman-teman ketika saya masih SD, SMP, SMA dan bahkan ketika saya kuliah beberapa tahun lalu. Jumlahnya lumayan banyak. Secara saya baru mengenal internet setelah kuliah semester 2 keatas (hehehe ...rada telat ya...), saya dan teman-teman masih menggunakan jasa pak pos jika ingin bertukar cerita atau memberi ucapan selamat.

Hahahihihu.....!!!! Tidak henti-henti saya tertawa atau sekedar tersenyum ketika membaca isi-isinya. Asli! Lucu banget! Misalnya ada yang dari sahabat saya. Dia menceritakan tentang awal pdkt pacarnya ketika masih SMA dulu (sstt...terus mereka menikah loh akhirnya! happy ending gitchu...). Lalu ada yang dari sahabat pena saya dari Medan dan Turki (hm... kemana ya mereka sekarang? loose contact...). Ada juga yang dari teman-teman sekolah saya (huahaha...luthuna... i miss you guys...). Tidak ketinggalan dari Sky (heuheuheu... so sweet...). Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebenarnya memang tidak semua cerita lucu sih, ada juga cerita yang sedih, menjengkelkan, dll. Tapi karena semua itu sudah lama berlalu saya melah jadi tersenyum mengingatnya. Singkat kata 'penemuan' itu mampu membuat saya lupa waktu untuk mengerjakan yang lainnya. Bayangkan saja, ketika mulai membuka laci sekitar jam setengah tujuhan, saya baru ingat kalau saya belum makan pada jam sembilan. Itupun setelah ibu saya mengingatkan. Hehehe.. (Hah? Makan jam sembilan? Duh!)

Setelah selesai makan, sholat isa, sikat gigi, dll, saya kembali melanjutkan acara 'buka-bukaan' itu. Kalau mau mengikuti kata hati untuk membaca semua surat dan kartu, mungkin jam dua belas malam kemarin saya belum tidur. Tapi apa daya, sekitar jam sebelas mata saya sudah 5Watt, saya tidak sanggup untuk membuka satu suratpun. Akhirnya saya naik ke tempat tidur dan zzzzz....

Begitulah, dulu saya senang sekali kalau ada pak pos datang dan memasukkan surat ke kotak pos di depan rumah. Dengan semangat 45 saya langsung mengambilnya. Malah kadang belum sempat surat itu dimasukkan, saya sudah lebih dulu keluar menyambut klakson motor pak pos hehehe... Apalagi kalau ternyata surat itu untuk saya... Wow deh pokoknya!

Sekarang sudah jarang pak pos 'mampir' ke rumah saya. Klakson pak pos sudah tergantikan dengan tulisan messages received di hp atau you have # unread messages di email atau yang lainnya. Tapi begaimanapun juga saya ingin berterima kasih kepada pak pos. Tanpa pak pos mungkin saya kekurangan bahan untuk posting. Hehehe... Ngomong-ngomong Hari Pos Indonesia itu kapan ya? Ihik ihik...

Saturday, December 22, 2007

hanya satu



by mocca

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
dipangkuan seorang ayah

apabila ini hanya sebuah mimpi
kuselalu berharap
dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dipangkuan ayah dan ibu

dalam dekap ayah dan ibu

i dedicate this beautiful song to my lovely mom and dad
happy mother's day and happy b'day
i love you mom, i love you dad
thank you for loving me....

Monday, December 3, 2007

terungkap

rahasia menyibak rahasia.
banyak terkuak.
sedih dirasa, senang ditemui.
lega mengunjungi.
mudah-mudahan keyakinan semakin pasti.

Thursday, November 22, 2007

Can We?

Hi Sky!
Membaca postinganmu membuat aku bertanya-tanya : bisakah kelak kita seperti 2 orang itu?

Hmmm
Akankah kamu membimbingku ketika keterpurukan mengundangku jatuh ke lubangnya?
Akankah kamu menungguku ketika langkahku terseok-seok jauh dibelakangmu?
Akankah kamu mendampingiku ketika rangkaian masalah berbaris panjang di hadapan kita?
Akankah kamu menemaniku ketika terangnya cahaya mulai meredup dari hidupku?

Kamu tidak perlu menjawab. Aku tidak ingin mendengar jawabanmu. Aku hanya ingin bisa merasakan kasih sayangmu.. Selalu.

Saturday, November 17, 2007

hip hip hura...

cape sedih lama-lama!
seneng-seneng aja!
hore hore...
hip hip hura...!

thanks mom, i luv u...

Friday, November 16, 2007

Aku Ingin Lupa

Keceriaan tidak menemaniku menyambut kehidupan hari ini. Harapanku semalam tidak terwujud, aku masih ingat semua. Semua yang ingin kulupa dan kulepas jauh dari genggamanku. Kenapa mereka tidak pergi? Padahal aku sudah memejamkan mata dan menyambangi dunia tidak sadarku...

Tanpa semangat aku melangkah menuju hari. Rutinitas sudah menungguku. Memaksaku menghadapi segala kenyataan yang entah akan aku suka atau tidak.

Aku melihat keluar melalui dua mata dinding ruanganku. Kulihat daun-daun hijau di kejauhan melambai-lambai, seolah menyuruhku datang padanya. Benarkah mereka memanggilku? Mungkinkah mereka ingin menolongku melupakan semua ini?

Tapi kemudian lambaian itu berhenti. Apakah mereka mengurungkan niat untuk membantuku? Entahlah... Biarlah...

Aku sendiri...
Aku sendiri...
Aku rindu padanya...
Dimana dia???
Bisakah dia membantuku melupakan semua???

Aku ingin lupa...

take care...

rangkaian aksara itu kutemukan disana.
terkunci karena memang seharusnya aku tidak berada.
untuknya, dari dia.

hanya dia yang tahu.
lebih baik aku tidak tahu.
ah... memang sebaiknya aku tidak tahu...

Tuesday, November 6, 2007

Kaponakan kembarku...

Tadi pagi kakakku menelpon dari pulau seberang. Waduh! kesannya jauh sekali ya... tapi memang jauh sih kalau dari Bekasi, kakakku tinggal di Senggigi, hehehe.... Dia mengabarkan kalau salah satu keponakanku diminta untuk menjadi model iklan sebuah bank daerah.

Aku langsung membayangkan bagaimana tingkah laku keponakanku selama proses pengambilan gambar nanti. Pasti lucu! Umurnya baru enam tahun. Badannya yang gemuk dan sikapnya yang masih sangat kekanakkan pasti akan mengundang tawa banyak orang. Yah mudah-mudahan saja dia bisa menikmati kegiatan itu.

Tapi kemudian aku teringat pada keponakanku yang satu lagi, yang nota bene kembaran keponakanku yang saat ini sedang 'menjadi bintang iklan' itu. Hmm bagaimana ya perasaannya? Yah mudah-mudahan saja dia bisa menerima kegiatan saudara kembarnya dengan senang hati.

I love both of them!

Saturday, October 6, 2007

hampa

"pernahkah kamu merasa hampa?"
"ya, pernah"
"kapan itu?"
"ketika keberadaan saya tidak disadari,
ketika senyuman tidak bisa saya berikan dan saya terima"

Friday, October 5, 2007

Janji

Dia bertanya dalam hati.
Tentang janji.
Tentang kenapa janji itu harus ditepati?

Ya, kenapa janji harus ditepati?
Apakah karena pihak yang dijanjikan akan merasa kecewa kalau diingkari?
Apakah karena pihak yang menjanjikan jadi tidak dapat dipercaya kalau mengingkari?
Apakah karena Sang Pencipta tidak menyukai orang yang ingkar janji?

Lantas bagaimana kalau dalam usaha memenuhi janji ternyata harus menghadapi rintangan yang tidak dapat dihindari?
Akankan pihak yang dijanjikan tidak merasa kecewa karena diingkari?
Akankah pihak yang menjanjikan masih dapat dipercaya karena mengingkari?
Akankah Sang Pencipta bisa menyukai orang yang ingkar janji?

Dia masih bertanya dalam hati.
Masih tentang janji.
Masih tentang kenapa janji itu harus ditepati?

Hulahoop

Barusan.
Saya melihat anak perempuan kecil bermain hulahoop, atau holahop? Atau hulahup? Atau holahoop? Atau... aahh bagaimana ya tulisannya yang benar? Pokoknya permainan ini terbuat dari bambu, berbentuk lingkaran dan cara memainkannya dengan dilingkarkan ke pinggang, diputar-putar sehingga pinggang kita ikut bergoyang. Kebayang kan? Kalau tidak juga hmm... ingat-ingat saja iklan mesin cuci di televisi yang dibintangi oleh Titi Kamal. Disana Titi bermain hulahoop sebagai penjelasan bagaimana cara kerja mesin cuci itu. Nah, sudah jelas kan?

Dulu.
Waktu masih kecil, saya senang sekali bermain hulahoop. Awalnya pinjam punya teman kalau sedang bermain di rumahnya. Lama-lama ketagihan, tidak puas kalau hanya pinjam. Lalu papa membelikan 2 buah untuk saya. Sebenarnya sih 2 itu untuk saya dan kakak perempuan saya
tapi berhubung kakak saya tidak suka (atau tidak bisa mbak? hehe..) memainkannya, jadilah kedua-duanya untuk saya...

Setiap hari saya bermain hulahoop. Pagi, siang, sore atau malam. Tentu saja kalau tidak sedang sekolah. Saking senangnya, saya suka mencoba-coba untuk memainkannya dibagian tubuh yang lain. Tidak hanya di pinggang, tapi juga di tangan, di lutut bahkan pernah sekali mencoba di leher! Wah mama langsung menakut-nakuti saya waktu itu, "hiii nanti lehernya muter nggak bisa balik lagi..." hahaha.. kontan saja little dee tidak pernah berani mencobanya lagi...:)

Sekali waktu acara 17 Agustusan di komplek rumah saya, lomba hulahoop digelar. Saya ingat itu hanya sekali-sekalinya permainan ini diperlombakan karena pesartanya hanya ada 3 orang, saya dan 2 teman saya :). Penilaiannya berdasarkan siapa yang paling lama tahan bermain. Saya menang? Tidak! Waktu sedang bermain, hulahoop saya tersenggol sikut saya sehingga merosot ke kaki. Saya coba bertahan dengan memainkannya di lutut, tapi tetap gagal. Saya lupa kemudian jadi pemenang kedua atau ketiga (pemenang ketiga? itu sih kalah ya namanya :)). Dan saya juga lupa bagaimana perasaan saya waktu itu. Sedih mungkin

Tapi yang pasti...

Sekarang.
Saya tersenyum. Anak perempuan kecil itu telah membawa sejenak ingatan saya ke masa lalu.
Ke masa dimana saya sedang bermain hulahoop. Dan kadang diganggu oleh kakak laki-laki dan kakak perempuan saya.

Thursday, October 4, 2007

Nightmare

Sudah dua malam terakhir ini saya mimpi buruk, berturut-turut.

Malam yang pertama saya lupa mimpi tentang apa, yang pasti saya mandi keringat ketika terbangun, dan bersyukur semua hanya mimpi.

Yang kedua, saya sedang berada di sebuah pusat pertokoan. Tangan kanan kiri saya penuh dengan kantong belanjaan. Tiba-tiba saya melihat ada api dikejauhan. Makin lama api itu makin mendekat ke arah saya. Semakin dekat dan semakin dekat. Saya berlari. Kantong-kantong ditangan terlepas. Saya tidak peduli, yang penting saya menjauh dari sana.

Saya tidak tahu bagaimana seharusnya akhir mimpi itu. Alhamdulillah saya terbangun. Jam menunjukkan pukul 3.32. Saya harus segera sahur.

Thursday, September 27, 2007

Sedih......

Ternyata memang tidak boleh ya iseng sama orang...
(he... kemana saja saya selama ini??? kok baru sadar sekarang??!!)

Ceritanya kemarin saya berbuat iseng ke pacar saya.
Maksud saya bercanda.
Sumpah!
Tapi ternyata dia lagi sensitif, candaan saya dianggap serius.
Dia marah....

----aku dicuekin,
sediiihhh banget...

Maap ya I...
Aku dapet pelajaran kok sekarang...
Bercanda boleh aja, tapi mesti liat situasi kan....?????
Marahnya jangan lama-lama ya I...

Monday, September 10, 2007

09.09.2007

malam 09.09.2007

aaaaarrrrrrrgggggghhhhhh!!!!!!!
hiks hiks hiks

09.09.2007 malam

???????
hiks hiks hiks
bla bla bla
hehehe
i luv u......

me and my boy friend,
jangan membesar-besarkan masalah
tapi jangan meremehkan masalah kecil.....

Saturday, September 8, 2007

Carelessness

Hiks!
Gara-gara kecerobohan saya... saya hampir kehilangan semua teman... :'(

Kejadian ini sudah lama, Bulan Februari, sekitar 7 bulan yang lalu... Waktu itu seorang teman mengajak saya makan di suatu tempat, dia mau curhat katanya. Saya oke-oke saja walaupun sebenarnya hati agak berat. Bagaimana tidak, waktu itu hujan deras sekali. Malah jalan yang kami lewati ada yang terendam air alias banjir. Tapi karena melihat wajah teman saya , saya tidak tega untuk mambatalkan janji, akhirnya ya..tetaplah kami ke tempat tujuan...

Kami mendatangi food court di salah satu mall di Bekasi. Suasana saat itu ramai sekali, sesak. Kami pilih sebuah meja dengan empat tempat duduk. Kami duduk berhadapan, dan saya, tanpa ba bi bu dan pikir panjang lagi... meletakkan tas saya di tempat duduk disebelah saya. Melepaskannya dari genggaman saya!

Setelah memesan makanan dan minuman, mulailah teman saya menceritakan semua pengalaman dan perasaan yang sedang dirasakannya. Saya terbawa suasana; saya mendengarkan, mengomentari, layaknya seorang psikolog gadungan. Dan tanpa saya sadari, saat itu orang sedang mengincar tas saya!

Tanpa saya sadari, tas saya melayang dibawa orang...
Teman yang duduk dihadapan sayapun tidak menyadarinya.

Yah...singkat cerita, tas saya lenyap dengan segala isinya. Saya kesal sekali! Bukan. Bukan karena di dalam tas itu saya membawa uang banyak, karena saya memang tidak punya uang banyak, apalagi untuk dibawa-bawa. Dan bukan pula karena kartu kredit saya banyak (karena satu kartu kreditpun saya tidak punya...) sehingga takut disalahgunakan orang...

Tapi saya kesal karena telpon genggam alias hp saya ikut hilang! Harganya memang tidak seberapa... Model, bahkan fitur-fiturnya sudah jauh dari kata up to date. Tapi hp itu "barang wah" yang bisa saya beli dengan gaji pertama saya beberapa tahun lalu... Hp itu berisi nomor telpon teman-teman saya dari TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah. Lengkap! Dengan hilangnya hp saya, hilang pula semua kontak saya dengan teman-teman untuk beberapa lama karena saya tidak menyimpan data mereka di tempat lain, dan merekapun sulit menghubungi saya karena nomor saya tidak aktif lagi.

Saya kesal karena harus mengalami kejadian itu. Kesal karena semua gara-gara kecerobohan saya. Saya sendiri yang memberikan umpan kepada tikus-tikus itu. Hiks!